Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

03 Juli 2009

GBP/USD 03 Juli 2009

Gbp/usd mengalami momentum bearish yang cukup kuat untuk hari kemaren. Harga atas nya di 1.6322 dan ditutup pada 1.6391. Di chart H4 kita dapat melihat bahwa setelah gagal untuk berada di area 1.6660 adalah kunci bahwa level resisten mata uang ini kembali ke arah trend turun dan menembus trendline support.
Hal ini akan kelihatan support bearish dalam waktu dekat. tapi untuk jangka waktu menengah tetap tidak jelas atau masih sulit untuk diprediksi. bias bearish yang terdekat akan menguji ke level 1.6420. jika break akan memicu momentum bullish
.


EUR/USD 03 Juli 2009

Eur/Usd kemaren gagal melanjutkan momentum bullish nya. Mata uang ini tidak dapat berada di area 1.4176 , harga bawah nya di 1.3988 dan di tutup pada 1.4002. Mata uang amerika telah terkena efek resiko yang mana lebih buruk dari yang di harapkan oleh data NFP. Jika melihat tehknikal pada chat H4, trendline suppot telah dilewati, hal ini menunjukan indikasi untuk turun lebih lanjut(bearish).
Kegagalan untuk bertahan di area 1.4176 dan trendline support yang telah di lewati , memicu akan pelemahan mata uang ini. Kelihatannya bias untuk bearish dalam waktu dekat ini akan menguji ke 1.3850, akan tetapi trend jangka menengah pun kami belum bisa memprediksi pergerakannya. Hal ini disebabkan oleh gerakan eur/usd ini yang masih berada di area 1.4176 - 1.3750. resisten kemungkinan di area 1.4050.



01 Juli 2009

EUR /USD 01 Juli 2009

EUR/USD juga berusaha untuk naik pada hari kemaren dan tertinggi di 1.4149 tetapi momentum naik itu gagal, malah bebalik turun , yang mana harga bawah berada di 1.4001 dan close di 1.4031
dari sudut pandang jangka menengah, kita tetap belum mempunya moment yang significant dan tetap terjebak di area 1.4176 - 1.3750. Pada gerakan turun, trendline support yang harus di perhatikan adalah support terdekat yang terlihat di 1.3950, jika break akan memacu mata uang ini lebih turun lagi.


GBP/USD 01 Juli 2009

GBP/USD kemaren berusaha untuk menekan ke atas, harga atas nya 1.6741, tapi skenario untuk bullish seperti nya gagal, dan curency ini bergerak kebawah di 1.6422 dan ditutup pada 1.6456.
Di time frame H4 kita dapat melihat kasus break out yang menipu, dari level resisten 1.6660 dan sekarang sepertinya harga siap untuk test ke trend line support. bias dari bearish dalam waktu dekat akan mencoba ke level 1.6530 support area tapi untuk medium term nya kemungkinan akan netral.Kita bisa waspada di level 1.6540, apakah akan melakukan perlawanan atau tidak..

30 Juni 2009

EUR/USD disarankan wait n see

EUR/USD open di 1.4086 High di 1.4131, Low di 1.3983 dan close di 1.4077. EUR/USD bangkit pada hari senin. Curency ini mencapai harga 1.3983 pada low nya., dari sana ia mulai naik dan di tutup pada harga 1.4077. Pada grafik H1 terlihat curency ini sedang mencoba untuk test lagi ke garis tren yang bawah, tapi masih tertahan. Hal ini menyebabkan tekanan ketas lebih kuat untuk jangka pendek dengan resisten di 1.4160, namun jangka panjang nya curency ini berjalan dibawah level itu. Pada jangka menengah belum terlihal sinyal untuk tren nya. Mungkin lebih baik menunggu perkembangan selanjutnya.

Secara tekhnical Resisten berada pada level :
1 1.4160
2. 1.4275
3. 1.4400

dan Support berada pada level :
1. 1.3890
2. 1.3765
3. 1.3645

Buy di 1.4101 dengan Stop lost di 1.4071 dan Take Profit pada 1.4141


GBP/USD mengalami bullish

GPB/USD open di 1.6573 High nya di 1.6742 , Low di 1.6430 dan Close di 1.6560. GBP/USD kemaren juga naik. dan mencapai bagian bawah di 1.6430 dan mulai dari itu merangkak naik. Pada time frame H1 disana terlihat chanel untuk bullish minor, hal ini menunjukan tekanan keatas, dan kemungkinan untuk test ke area 1.6750 dan di ikuti 1.6880. Jika tertahan di area ini akan memberikan gambaran untuk netral. support terdekat di 1.6475 .

Secara teknikal resisten berada pada level
1. 1.6750
2. 1.6880
3. 1.7000

dan support berada pada level
1. 1.6475
2. 1.6360
3. 1.6235

Untuk hari ini trading di area 1.6665 hingga 1.6740. Trend cenderung naik
Buy di 1.6677 Stop Loss 1.6647 Take Profit 1.6727


26 Juni 2009

GBP/USD 26 juni 2009

Gbp /usd di tutup lebih rendah dari hari kamis kemaren, ini dikarenakan perdangan yang cukup panjang. tapi jika melihat mid-range nya ada kemungkinan pada hari ini akan bergerak stabil.Stochastic dan RSI mengindentifikasi bahwa perdangan akan mengalami sideways dalam waktu dekat.

Resistances
1 : 1.6389
2 : 1.6408
3 : 1.6427
4 : 1.6446
5 : 1.6465

Supports
1 : 1.6351
2 : 1.6332
3 : 1.6313
4 : 1.6294
5 : 1.6275

EUR /USD 26 Juni 2009

Pergerakan eur usd kemungkinan sama dengan kemaren. dengan melihat Higg close pada hari kamis kemungkinan gerakan hari ini cukup tinggi. Stochastics dan RSI merupakan sinyal untuk bullish sideways dalam kurun waktu yang dekat. jika lebih rendah dari penurun minggu kemaren akan memunculkan reaksi untuk downside target.

Resistances
1 : 1.4010
2 : 1.4034
3 : 1.4058
4 : 1.4082
5 : 1.4106

Supports
1 : 1.3962
2 : 1.3938
3 : 1.3914
4 : 1.3890
5 : 1.3866

25 Juni 2009

Eur / Usd telah mencapai 1.40xx

Eur /Usd berhasil naik ke 1.40 point tapi mempunyai kecendrungan untuk turun, karena itu perlu melalukan istilah buck dalam tren turun untuk waktu dekat. Eur/Usd menguat walaupun kemaren PMI data dari eropa mengecewakan, GBP/USD juga naik walaupun USD/JPY mengalami uptrend. oleh karena itu Eur/Usd bisa mengambil benefit dari kepergian nya investor dari dollar atas keputusan kebijakan FOMC. Sebagian besar para analis memperkirakan sinyal dari Fed akan memberikan sedikit perubahan dalam kebijakan moneter sejak inflasi yang harus segera diperhatikan. Para investor percaya akan ketidakmampuan Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter yang disebabkan oleh rapuhnya keadaan ekonomi amerika yang dapat membahayakan untuk masa yang akan datang. Selain itu juga liquiditas di pasar terjadi secara besar-besaran yang membuat dollar semakin terpuruk dan membuat eur utk naik.

Walaupun elemahan dollar meluas namun eur/usd tidak mendapat benefit yang cukup besar, hal itu disebabkan oleh beberapa data ekonomi yang mengecewakan. selain PMI data , Uni eropa juga melaporkan akan tingginya defisit rekening dari yang diperkiraan para analis. Pada saat ini permintaan eksport uni eropa tidak seperti yang diharapkan. Namun cukup berhati-hati saja karana kita juga harus melihat bagaimana reaksi dollar untuk hari ini dari data ekonomi yang dikombinasikan dengan kebijakan FED.


Resistances
1 : 1.4112
2 : 1.4147
3 : 1.4186
4 : 1.4225
5: 1.4229

Supports
1 : 1.4052
2 : 1.4028
3 : 1.3978
4 : 1.3947
5 : 1.3894

24 Juni 2009

GBP/USD Mencoba untuk Naik Lagi

Curency GBP/USD mengalami kecendrungan turun pada tinggkat volume sedang.investor yang divesting dari dollar dengan fed pada keputusan kebijakan moneter nanti.,investor yakin kalau FOMC tetap di posisi adverse tentang kemampuannya untuk memimpin dalam jumlah liquiditas yang besar yang akan beredar di pasar. Sejak AS terkena the rest of globe lebih monetarily, benefit pound lebih dari euro sejak mayoritas data ekonomi inggris terus mengalir di dalam atau diatas analisis ekspectasi. termasuk hari ini CBI menyadari anggka penjualan. Data CBI yang memenuhi harapan para analis untuk menunjukan bahwa walaupun Pound masih berjuang namun setidaknya ritel menurun, berada di tingkat yang lebih baik dari sebelum nya. Namun saat ini investor lebih nyaman di U.S Dollar.

Jika GBP/USD dapat naik dari high sebelumnya ini dapat dikatakan sebagai memeprcepat kemajuan. investor harus menjaga volume untuk volume yang bergerak naik.untuk tren turun, investor harus melihat data ekonomi US pada pagi ini. dan mengikuiti FOMC meeting. Jika S&P crude future melanjutkan tren turunnya kemungkinan GBP/USD akan ikut turun karena korelasinya sangat positif.Volatility harus ditingkatkan hari ini dan tidak ada kepastian bagaimana dollar akan bereaksi terhadap keputusan Fed. Apapun itu GBP/USD telah membuat beberapa bergerak terbalik.

Resistances
1 : 1,6574
2 : 1,6624
3 : 1,6698
4 : 1,6768
5 : 1,6851

Supports
1 : 1,6532
2 : 1,6472
3 : 1,6412
4 : 1,6371
5 : 1,6315

23 Juni 2009

GBP / USD 23 Juni 09

GBP / USD ditutup lebih rendah dari pada hari Senin kemaren karena sepanjang perdagangan akhir pekan lalu berada di kisaran atas 20-hari gerak Moving Avarage. Rendahnya range akan membuat stabil atau juga bisa bergerak lebih rendah pada hari Selasa. Stochastics dan RSI dalam keadaan netral sideway, kemungkinan perdagangan juga sideay untuk waktu dekat. Jika renews the rally off April dari low , 62% retracement level 2008-2009 kemungkinan gagal untuk cross dan berikutnya adalah target naik. Menutup di bawah low cross dan itu diperlukan konfirmasi bahwa untuk jangka pendek .

Resisten
1 : 1.6364
2 : 1.6383
3 : 1.6402
4 : 1.6421
5 : 1.6440


Support
1 : 1.6326
2 : 1.6307
3 : 1.6288
4 : 1.6269
5 : 1.6250



@ disclaimer...

Eur / Usd 23 Jun 09

EUR / USD ditutup lebih rendah pada hari Senin Kemaren dan perkiraan akan bukalebih stabil pada hari Selasa. Stochastics dan RSI dalam keadaan netral untuk ke bullish, ini isyarat akan bergerak sideway ke harga yang lebih tinggi mungkin dalam waktu dekat. Close Moving Avarege di 20-hari terakhir dengan cros diperlukan konfirmasi untuk jangka pendek rendah . Jika renews dari penurunan minggu lalu, reaksi cross bawah berikutnya untuk downside target.

Resisten
1 : 1.3892
2 : 1.3916
3 : 1.3940
4 : 1.3964
5 : 1.3988


Support
1 : 1.3844
2 : 1.3820
3 : 1.3796
4 : 1.3772
5 : 1.3748

Trading range: 1.3890 - 1.3815

Trend: Downward

Sell at 1.3868 Stop Loss :1.3898 Take Profit: 1.3828



@ disclaimer...

19 Juni 2009

Konsep Transaksi Trading In Minor and mayor Trend

Latar Belakang Konsep

Dalam pasar valuta asing terdapat pihak yang membeli ( buyer ) suatu mata uang dan pihak yang menjual ( seller ) mata uang lainnya. Mereka inilah yang kita sebut sebagai “peserta pasar “ valuta asing.

Peserta pasar valuta asing dan pasar uang , dewasa ini semakin beraneka ragam. Survey yang dilakukan akhir-akhir ini cenderung mengkategorikan para peserta menjadi seperti dibawah ini :

o Pemerintah
o Bank Sentral
o International Banks
o Investment/ Merchant Banks
o Lembaga keuangan Lainnya
o Nasabah Besar / Whole Sale
o Nasabah – nasabah ( Spekulan )

Para peserta pasar yang terlibat dalam pasar valuta asing mempunyai berbagai tujuan. Pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan , yaitu :

o Trading
o Hedging
o Speculating

Di bawah ini adalah jenis – jenis transaksi yang dapat dikelompokkan secara lebih rinci, yaitu :

o Komersial : Ekspor , impor lalu lintas modal, lalu lintas jasa dan lain – lain
o Funding : Pinjaman valuta asing, kebutuhan cash flow
o Hedging : Untuk keperluan hedging atas resiko perubahan kurs VALAS
o Investasi : Commercial Investement, property investment dan
portofolio investment
o Individu : Turis atau perorangan dengan kebutuhan individu


* Maka dapat saya simpulkan bahwa :
Selain pemain VALAS dengan margin yang besar, juga ada pemain VALAS yang relatif kecil yang juga memanfaatkan peluang volatilitas harga pada kisaran tertentu secara aktif di bursa.


Analisa

Pergerakan dari harga ini erat kaitannya dengan Suplai and Deman, dari kurs valuta tersebut.
Ex : Banyaknya permintaan maka harga cenderung naik

Dalam pasar VALAS terdapat dua faktor yang mempengaruhi pergerakan harga :
Faktor Fundamental
Fundamental tersebut antara lain terdiri dari faktor politik dan ekonomi ( fiscal dan moneter ), serta ekspektasi dan sentimen.

Faktor Teknikal ( Teknis ) : Memetakan kencendrungan harga.
Beberapa orang berpendapat bahwa kurs valuta asing sama sekali tidak dipengaruhi oleh Faktor Fundamental, melainkan hanya merupakan suatu pola pengulangan dari waktu ke waktu, sehingga sebenarnya arah perubahan tersebut dapat diramalkan dengan menggunakan data – data yang telah lampau.

Adapun faktor lain yang juga mempengaruhi pergerakan harga, yaitu :

Faktor Psikologis
Permintaan atau penawaran para pelaku pasar berdasarkan perkiraan / ekspektasinya mengenai perkembangan kurs di masa mendatang dengan membeli disaat kurs suatu mata uang sedang rendah dan kemungkinan menjualnya setelah kurs mata uang tersebut naik atau sebaliknya guna mendapatkan keuntungan dari transaksi tersebut ( investasi / spekulasi )

Sebagian lagi investor meramal pergerakan nilai tukar tersebut dengan menggunakan data-data sekunder

Berdasarkan jangka waktunya trend dapat dibedakan atas :

Minor Trend ( beberapa hari )
 Intermediate Trend ( beberapa minggu)
 Major Trend ( beberapa bulan)

Berdasarkan arah pergerakannya trend dapat dibedakan atas :

 Uptrend
 Downtrend
 Sideways Trend


Konsep

Para ahli mengatakan “ Trade with trend, never fight the trend”. Trading yang terbaik adalah trading yang selalu seiring dengan major trend, intermediate trend and minor trend.

Harga valuta asing tidaklah bergerak secara linear, melainkan seperti gelombang yang mempunyai puncak dan lembah (bergerak zig – zag ).

Berdasarkan latar belakang dan analisa maka konsep ini penulis lebih difokuskan pada pelaku pasar yang relatif kecil, tapi secara aktif melakukan trading memanfaatkan peluang dari selisih harga secara minor trend.

Konsep ini dilakukan melalui perpaduan Faktor teknikal ( Teknis ) serta psikologi pasar tanpa melihat faktor fundamental, antara lain yaitu :

Faktor teknikal ( Teknis ) :

Lewat Software Metatrader hanya menggunakan Draw Fibonacci Retracement ( Hitungan Deret Fibonacci ),

Artinya mengambil peluang harga pada saat dan pada kisaran yang sudah ditentukan oleh Draw Fibonacci Retracment tersebut dengan dipadukan psikologi pasar bahwa harga hari kemarin !!! ( bukan harga dua atau beberapa hari lalu ), masih memberi peluang tehadap harga berjalan (sekarang), dikarenakan pelaku minor yang ada di pasar sangat aktif memanfaatkan peluang tersebut yang sering kita dengar pemanfaatan koreksi harga.

Action : Tahap-tahap pelaksanaan konsep “ Trading In Minor Trend “

1. Setelah kita mendownload software metatrader maka kita langsung mengaktifkan dengan menginstalkan ke komputer kita.

2. Membuka kurs yang diinginkan sesuai keinginan kita, dengan tipe chart bar atau candle stick. Ex : GBP / USD

3. Menggunakan standar skala waktu program metatrader 1 jam ( H 1 )

4. Mengilangkan Grid, dan memasukan skala ( Show Days / Show Period separators ), sehingga dapat memilah pergerakan harga harian.

5. Memasukan konsep teknikal lewat Fibonacci Retracment, selajutnya membedah / memetakan pergerakan hari kemarin sebagai patokan prediksi harga berjalan (sekarang) dengan kata lain “ Trading On The Spot Price “.

6. Selajutnya melihat kisaran harga apakah “ harga berjalan ada pada kisaran atas dari 50 % pergarakan harga kemarin ? atau harga berjalan ada pada kisaran bawah dari 50 % pergarakan harga kemarin ? “ ,
kemudian kita sempitkan deret fibonacci retracment ke kisaran harga berjalan tersebut.
Maka kita akan dapati kisaran fibonacci retracment minor.


Sebagai catatan Fibonacci Retracment memiliki deret sebagai berikut :

0%, 23.6%, 38.2% 50%, 61.8%, 100%, 161.8%, 261.8%, 423,6%

Entry action :
Sell : Pada kisaran 61, 8 – 100% dengan target 23,6 %
Buy : Pada Kisaran 0 - 23, 6 % dengan target 61,8 %

Exit Point : Reversal / Switch
Switch Buy
Jika harga menembus level deret 100 %, target 161,8 % atas sesuai pemetaan Fibonacci Retracment secara normal ( maka jika terjadi resiko harga secara langsung dapat menutupi loss point yang terjadi dan berubah menjadi profit point.
Switch Buy
Jika harga menembus level deret 0 %, target 161,8 % bawah sesuai pemetaan Fibonacci Retracment secara tidak normal atau terbalik ( maka jika terjadi resiko harga secara langsung dapat menutupi loss point yang terjadi dan berubah menjadi profit point.


7. Jika Harga telah menembus level harga dengan deret Fibonacci Retracment harian kemarin secara signifikan di akibatkan oleh faktor fundamental, maka action yang di lakukan adalah :
kita petakan lagi kisaran deret pada kisaran deret fibonacci retracment minor, yang terjadi sebelumnya, sesuai kisaran deret harga yang terbaru.


Dalam konsep ini, yang di perlukan adalah kesiapan pelaku transaksi meliputi :

o Mentalitas Dagang.
o Pengorbanan waktu.
o Disiplin konsep.

05 Maret 2009

CARA CERDAS MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL

Melihat keadaan ekonomi akhir-akhir ini sangatlah sulit bagi kita untuk menyusun rencana atau menjalankan usaha dengan tingginya biaya overhead ( biaya operasianal ). Banyak sektor usaha yang mengalami kesulitan dalam situasi seperti ini, maka dari itu kita harus memikirkan cara alternative untuk keluar dari gejolak krisis ekonomi ini.
Dalam hal ini kita mencoba untuk memilah-milah sektor usaha alternative untuk membackup usaha yang sudah kita miliki. Adapun beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam memilih bisnis alternative:
1. Usaha yang tidak memerlukan biaya setup yang terlalu besar sehingga modal awal yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. Sehingga investasi untuk tempat, peralatan dan barang-barang keperluan usaha tidak membengkak. Sebagai mana kita ketahui bahwa investasi tempat dan peralatan adalah pengeluaran terbersar sebelum kita memulai usaha.
2. Usaha yang akan kita bangun harus mempunyai program kerja minimal untuk 2 (dua) tahun kedapan, dari perencanaan itu kita bisa mendapatkan anggaran biaya operasional yang diperlukan untuk membangun usaha ini. Dengan melihat kondisi ekonomi sekarang ini apakah usaha yang kita bangun dapat menutupi biaya operasianal yang kita butuhkan.
3. Kita harus melihat potensi keuntungan yang akan kita peroleh, penetapan ROI ( Return Of Investment ), jangka waktu kita mencapai ROI. Dengan begitu kita bisa melihat bahwa usaha yang kita lakukan dapat bertahan dalam kondisi krisis ekonomi global saat ini.
4. Melihat segmentasi pasar usaha, dengan menentukan segmentasi pasar kita sudah mendapatkan gambaran pasar kita, kita dapat memperkirakan situasi dan gejolak pasar dengan kondisi ekonomi saat ini. Jadi kita bisa mengukur hasil penjulan dan likuiditas keuangan dari pasar target kita.
5. Setelah melihat berbagai persyaratan diatas kita dapat menentukan besaran toleransi maksimal yang bisa kita terima saat kita gagal dalam melakukan program bisnis kita, hal ini kita lakukan untuk membatasi diri dari kerugian yang tidak dapat diprediksi.

Setelah melihat gambaran diatas kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis alternative yang kita pilih haruslah sesuai dengan gambaran keadaan keuangan yang kita miliki di sesuaikan dengan kondisi krisis ekonomi global ini, maka dari itu kami mencoba untuk mengajak kerjasama bisnis alternative dengan melihat gambaran batasan – batasan yang harus kita perhatikan, bisnis di perdagangan berjangka ( futures ) merupakan salah satu alternative yang dapat kita ambil dengan melihat beberapa pertimbangan.
Bisnis perdagangan berjangka ( Futures ) memiliki beberapa plus poin yang dapat dijadikan pertimbangan sebalum kita memilih alternative bisnis di tengah keadaan krisis global ini, beberapa poin yang dapat kita ambil adalah :
1. Untuk memulai alternative ini kita tidak memerlukan setup awal yang besar , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) kita tidak memerlukan tempat sehingga sebagian modal dapat kita hemat dan kita tidak perlu untuk membuat depresiasi terhadap tempat.
2. Investasi untuk peralatan usaha dapat kita kurangi , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) dapat dilakukan secara online sehingga peralatan yang kita butuhkan hanya 1 unit laptop beserta koneksi internet saja, perhitungan ini lebih hemat daripada kita berinvestasi untuk membeli alat produksi, yang kita juga belum jelas mengenai pemaksimalan penggunaannya.
3. kita dapat membatasi kerugian yang akan timbul jika kita gagal menjalankan bisnis ini, karena kita tidak memerlukan biaya setup usaha yang besar . dalam hal ini kita menentukan misalnya 30% dari besarnya modal.
4. Dana overhead ( dana operasional usaha ) hampir tidak ada karena, bisnis ini kita lakukan secara online. Sehingga pengeluaran untuk gaji karyawan, iklan promo dan keperluan kantor sangat kecil dan tidak menjadi beban yang besar dalam proses kita menjalankan bisnis ini.
5. Segmentasi pasar yang bagus, karena bisnis ini adalah bisnis masa depan seperti yang disebutkan oleh beberpa pelaku pasar dan pengamat dunia investasi dan keuangan menyebutnya sebagai trend bisnis investasi masa depan.
6. keunggulan lain bisnis ini adalah bisnis ini tidak terpengaruh oleh keadaan krisis ekonomi global yang sedang berlangsung. Dalam hal ini dengan kata lain kita dapat memperoleh peluang setiap saat.
7. Bring your future with us

10 Januari 2009

Golongan Kesenjangan (Gaps)

Apa yang disebut sebagai kesenjangan atau gap adalah lompatan antara harga tertinggi suatu periode ke harga terrendah pada periode berikutnya (gap up) atau sebaliknya (gap down). Bila terjadi pada pasar yang tidak begitu aktif atau dalam pola kongesti dengan volume rendah, maka tidak mengandung makna yang berarti sehingga disebut sebagai kesenjangan biasa atau common gap. Bila disertai volume tinggi, maka kita berbicara mengenai kesenjangan tembus (breakaway gap) dan diharapkan akan terjadi pergerakan harga yang lebih cepat ke arah penembusan tersebut.

Bisa juga terjadi peningkatan volume pada suatu arah gerak harga, maka yang ditemukan dengan demikian adalah suatu kesenjangan lari (runaway gap). Kesenjangan demiikian bisa menghasilkan suatu sasaran harga (price objective) yang jaraknya diukur mulai dari titik kesenjangan dan panjangnya adalah sama dengan lembah atau puncak sebelumnya ke titik tersebut.

Ada juga yang disebut sebagai kesenjangan pulau gerak balik (island reversal gap) yang dibatasi oleh suatu kesenjangan usai (exhaustion gap) dan kesenjangan tembus (breakaway gap).

Ada Apa dengan " Stop Order "

Sangat jarang terjadi “ seorang trader yang sukses tanpa menggunakan stop order”. Stop jangan pernah merupakan mental stop tetapi stop yang dibuat adalah benar-benar stop di pasar. Tidak ada pengecualian pada peraturan ini, sebab cepat atau lambat jika kita tidak mengikuti aturan ini , pasar akan memakan kita.

Stop order akan mem”protect” keuntugan jika kita benar dan membatasi kerugian kerugian jika kita salah. Jika kita akan menggeser Stop Order, maka geserlah ke arah tren yang ada dan jangan sekali-sekali melawannya. Tempatkan GTC Stop Order ( Good Till Cancelled) setiap kali kita memasuki posisi. Ini akan membantu anda untuk bisa tidur nyenyak untuk menghadapi session berikutnya.

Di mana kita menempatkan Stop Order ?

Untuk posisi long ( BUY )
1. Di bawah low terakhir
2. Di bawah support
3. Di bawah trading range
4. Di bawah garis trend
5. Di bawah low dari bulan lalu
6. Pada jarak 1.75 sampai 2.0 kali batas gerak pada saat buka posisi

Untuk posisi short ( SELL )
1. Di atas high terakhir
2. Di atas resistance
3. Di atas trading range
4. Di atas trend
5. Di atas low high dari bulan lalu
6. Pada Jarak 1.75 samapai 2.0 kali batas gerak pada saat buka posisi

06 Januari 2009

Faktor Ekonomi yang mempengaruhi market ( 2 )

21. Industrial Production & Capacity Utilization

Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

22. Initial / Jobless Claims
Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.
Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai C+.

23. Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.

24. Michigan Sentiment Report
Adalah survey kepercayaan konsumen yang diadakan oleh The University of Michigan. Hasil survey ini dapat memberikan gambaran mengenai suka atau tidaknya para konsumen membelanjakan uangnya.

25. Net Capital Flows
Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.

26. New York Empire State Index
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di Negara bagian New York oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.

27. Non-farm Payrolls
Jumlah tenaga kerja dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.

28. Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

29. Personal Consumption/Spending
Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.

30. Personal Income
Adalah data yang dihtung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.

31. Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey)
Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B.

32. Producer Price Index / PPI
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.

33. PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

34. Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

35. Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.
Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.

36. RICS Housing Market Survey
Adalah laporan bulanan tentang bursa perumahan di Inggris dan Wales. Datanya didapat dari kontribusi para surveyor 10 kawasan seluruh negeri, dan meliputi analisa aktivitas, perubahan harga dan tingkat transaksi.
RICS sendiri adalah kependekan dari The Royal Institution of Chartered Surveyors. Merupakan suatu lembaga riset independen terbesar di bidang properti dan konstruksi di Inggris.

37. Tertiary Index
Adalah data yang menghitung tingkat permintaan jasa.

38. Trade Balance
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

39. Trade Balance / Current Account
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Sedangkan Current Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade Balance atau Current Account dapat dipandang dari dua sisi: sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.

40. Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).

41. University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yangmewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B-.

42. ZEW Current Situation dan Economic Sentiment
Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.

Faktor Ekonomi yang mempengaruhi market ( 1 )

1. All Industries Index

Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.
Business Confidence
Indeks kepercayaan bisnis yang dirilis per bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik saat ini dan bagaimana mereka memperkirakan prospek perekonomian dalam jangka 6 bulan ke depan.

2. Capital Inflows
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari investor luar negeri.

3. Challenger Layoffs
Adalah laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian.

4. Chicago PMI (Purchasing Managers’ Index)
Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

5. Coincident Indicator
Adalah salah satu data penting yang menunjukkan kondisi perokonomian terkini, karena berhubungan erat dengan siklus bisnis.

6. Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.

7. Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B+.

8. C S P I
Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.

9. Current Account
Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.

10. Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).

11. Factory Orders
Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.

12. Federal Open Market Committee (FOMC)
Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Alan Greenspan ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.

13. FOMC Minutes
Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.

14. Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

15. Help-wanted Index.
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 51 koran yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.

16. H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).

17. Housing Starts/ Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi. Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B-.

18. Housing Starts
Indikator ekonomi ini menghitung jumlah rumah baru yang dibangun dalam per bulannya. Sebagian besar data surveinya didapat dari aplikasi dan ijin yang diajukan untuk membangun rumah.

19. Indikator yang satu ini biasanya bukan merupakan salah satu penggerak utama market. Namun, karena dapat mendeteksi tren perekonomian, data Housing Starts dianggap sebagai salah satu indikator penting. Penurunan pada Housing Starts menunjukkan melambatnya perekonomian.

20. IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.


01 Januari 2009

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Bertransaksi...



Pertanyaan ini sering saya terima tatkala seorang teman akan memulai peruntungan di dunia forex.walaupun open market 24 jam, namun tidak ada jaminan akan memperoleh profit yang banyak, tapi paling tidak pergerakan harga dapat di pengaruhi oleh market mana yang sedang open(bertransaksi).

Untuk itu saya coba membagi apa yang saya tahu tentang Market Forex ini, agar nanti bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam bertransaksi di forex,tapi saya bagi berdasarkan Mata uang mayor saja:

1. USD ( Amerika ) Open pada Pukul 20.00 di tutup Pukul 04.00
2. GBP ( Ingris ) Open pada Pukul 15.00 di tutup Pukul 23.00
3. Eur ( Euro/Eropa) Open pada Pukul 14.00 di tutup Pukul 22.00
4. JPY ( Jepang ) Open pada Pukul 07.00 di tutup Pukul 15.00
5. AUD ( Australia) Open pada Pukul 05.00 di tutup Pukul 13.00

Dengan memperhatikan open market tersebut paling tidak dapat membantu kita dalam bertransaksi, baik dari waktu yang kita punya maupun dari pergerakan rata-rata setiap curency yang kita inginkan



23 Desember 2008

KELEMAHAN ANALISA FUNDAMENTAL & TEKNIKAL

Kelemahan pada Analisa Fundamental

1.Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
2.Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
3.Lebih cocok diterapkan pada long term period trading
4.Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien

Kelemahan pada Analisa Teknikal
1.Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
2.Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain