Hal ini akan kelihatan support bearish dalam waktu dekat. tapi untuk jangka waktu menengah tetap tidak jelas atau masih sulit untuk diprediksi. bias bearish yang terdekat akan menguji ke level 1.6420. jika break akan memicu momentum bullish.
03 Juli 2009
GBP/USD 03 Juli 2009
Hal ini akan kelihatan support bearish dalam waktu dekat. tapi untuk jangka waktu menengah tetap tidak jelas atau masih sulit untuk diprediksi. bias bearish yang terdekat akan menguji ke level 1.6420. jika break akan memicu momentum bullish.
EUR/USD 03 Juli 2009
Kegagalan untuk bertahan di area 1.4176 dan trendline support yang telah di lewati , memicu akan pelemahan mata uang ini. Kelihatannya bias untuk bearish dalam waktu dekat ini akan menguji ke 1.3850, akan tetapi trend jangka menengah pun kami belum bisa memprediksi pergerakannya. Hal ini disebabkan oleh gerakan eur/usd ini yang masih berada di area 1.4176 - 1.3750. resisten kemungkinan di area 1.4050.
01 Juli 2009
EUR /USD 01 Juli 2009
dari sudut pandang jangka menengah, kita tetap belum mempunya moment yang significant dan tetap terjebak di area 1.4176 - 1.3750. Pada gerakan turun, trendline support yang harus di perhatikan adalah support terdekat yang terlihat di 1.3950, jika break akan memacu mata uang ini lebih turun lagi.
GBP/USD 01 Juli 2009
Di time frame H4 kita dapat melihat kasus break out yang menipu, dari level resisten 1.6660 dan sekarang sepertinya harga siap untuk test ke trend line support. bias dari bearish dalam waktu dekat akan mencoba ke level 1.6530 support area tapi untuk medium term nya kemungkinan akan netral.Kita bisa waspada di level 1.6540, apakah akan melakukan perlawanan atau tidak..
30 Juni 2009
EUR/USD disarankan wait n see
Secara tekhnical Resisten berada pada level :
1 1.4160
2. 1.4275
3. 1.4400
dan Support berada pada level :
1. 1.3890
2. 1.3765
3. 1.3645
Buy di 1.4101 dengan Stop lost di 1.4071 dan Take Profit pada 1.4141
GBP/USD mengalami bullish
Secara teknikal resisten berada pada level
1. 1.6750
2. 1.6880
3. 1.7000
dan support berada pada level
1. 1.6475
2. 1.6360
3. 1.6235
Untuk hari ini trading di area 1.6665 hingga 1.6740. Trend cenderung naik
Buy di 1.6677 Stop Loss 1.6647 Take Profit 1.6727
26 Juni 2009
GBP/USD 26 juni 2009
1 : 1.6389
2 : 1.6408
3 : 1.6427
4 : 1.6446
5 : 1.6465
Supports
1 : 1.6351
2 : 1.6332
3 : 1.6313
4 : 1.6294
5 : 1.6275
EUR /USD 26 Juni 2009
1 : 1.4010
2 : 1.4034
3 : 1.4058
4 : 1.4082
5 : 1.4106
Supports
1 : 1.3962
2 : 1.3938
3 : 1.3914
4 : 1.3890
5 : 1.3866
Labels: Analisa
25 Juni 2009
Eur / Usd telah mencapai 1.40xx
24 Juni 2009
GBP/USD Mencoba untuk Naik Lagi
Labels: Analisa
23 Juni 2009
GBP / USD 23 Juni 09
1 : 1.6364
2 : 1.6383
3 : 1.6402
4 : 1.6421
5 : 1.6440
Support
1 : 1.6326
2 : 1.6307
3 : 1.6288
4 : 1.6269
5 : 1.6250
@ disclaimer...
Labels: Analisa
Eur / Usd 23 Jun 09
1 : 1.3892
2 : 1.3916
3 : 1.3940
4 : 1.3964
5 : 1.3988
Support
1 : 1.3844
2 : 1.3820
3 : 1.3796
4 : 1.3772
5 : 1.3748
Trading range: 1.3890 - 1.3815
Trend: Downward
Sell at 1.3868 Stop Loss :1.3898 Take Profit: 1.3828
@ disclaimer...
Labels: Analisa
19 Juni 2009
Konsep Transaksi Trading In Minor and mayor Trend
05 Maret 2009
CARA CERDAS MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL
Melihat keadaan ekonomi akhir-akhir ini sangatlah sulit bagi kita untuk menyusun rencana atau menjalankan usaha dengan tingginya biaya overhead ( biaya operasianal ). Banyak sektor usaha yang mengalami kesulitan dalam situasi seperti ini, maka dari itu kita harus memikirkan cara alternative untuk keluar dari gejolak krisis ekonomi ini.
Dalam hal ini kita mencoba untuk memilah-milah sektor usaha alternative untuk membackup usaha yang sudah kita miliki. Adapun beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam memilih bisnis alternative:
1. Usaha yang tidak memerlukan biaya setup yang terlalu besar sehingga modal awal yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. Sehingga investasi untuk tempat, peralatan dan barang-barang keperluan usaha tidak membengkak. Sebagai mana kita ketahui bahwa investasi tempat dan peralatan adalah pengeluaran terbersar sebelum kita memulai usaha.
2. Usaha yang akan kita bangun harus mempunyai program kerja minimal untuk 2 (dua) tahun kedapan, dari perencanaan itu kita bisa mendapatkan anggaran biaya operasional yang diperlukan untuk membangun usaha ini. Dengan melihat kondisi ekonomi sekarang ini apakah usaha yang kita bangun dapat menutupi biaya operasianal yang kita butuhkan.
3. Kita harus melihat potensi keuntungan yang akan kita peroleh, penetapan ROI ( Return Of Investment ), jangka waktu kita mencapai ROI. Dengan begitu kita bisa melihat bahwa usaha yang kita lakukan dapat bertahan dalam kondisi krisis ekonomi global saat ini.
4. Melihat segmentasi pasar usaha, dengan menentukan segmentasi pasar kita sudah mendapatkan gambaran pasar kita, kita dapat memperkirakan situasi dan gejolak pasar dengan kondisi ekonomi saat ini. Jadi kita bisa mengukur hasil penjulan dan likuiditas keuangan dari pasar target kita.
5. Setelah melihat berbagai persyaratan diatas kita dapat menentukan besaran toleransi maksimal yang bisa kita terima saat kita gagal dalam melakukan program bisnis kita, hal ini kita lakukan untuk membatasi diri dari kerugian yang tidak dapat diprediksi.
Setelah melihat gambaran diatas kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis alternative yang kita pilih haruslah sesuai dengan gambaran keadaan keuangan yang kita miliki di sesuaikan dengan kondisi krisis ekonomi global ini, maka dari itu kami mencoba untuk mengajak kerjasama bisnis alternative dengan melihat gambaran batasan – batasan yang harus kita perhatikan, bisnis di perdagangan berjangka ( futures ) merupakan salah satu alternative yang dapat kita ambil dengan melihat beberapa pertimbangan.
Bisnis perdagangan berjangka ( Futures ) memiliki beberapa plus poin yang dapat dijadikan pertimbangan sebalum kita memilih alternative bisnis di tengah keadaan krisis global ini, beberapa poin yang dapat kita ambil adalah :
1. Untuk memulai alternative ini kita tidak memerlukan setup awal yang besar , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) kita tidak memerlukan tempat sehingga sebagian modal dapat kita hemat dan kita tidak perlu untuk membuat depresiasi terhadap tempat.
2. Investasi untuk peralatan usaha dapat kita kurangi , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) dapat dilakukan secara online sehingga peralatan yang kita butuhkan hanya 1 unit laptop beserta koneksi internet saja, perhitungan ini lebih hemat daripada kita berinvestasi untuk membeli alat produksi, yang kita juga belum jelas mengenai pemaksimalan penggunaannya.
3. kita dapat membatasi kerugian yang akan timbul jika kita gagal menjalankan bisnis ini, karena kita tidak memerlukan biaya setup usaha yang besar . dalam hal ini kita menentukan misalnya 30% dari besarnya modal.
4. Dana overhead ( dana operasional usaha ) hampir tidak ada karena, bisnis ini kita lakukan secara online. Sehingga pengeluaran untuk gaji karyawan, iklan promo dan keperluan kantor sangat kecil dan tidak menjadi beban yang besar dalam proses kita menjalankan bisnis ini.
5. Segmentasi pasar yang bagus, karena bisnis ini adalah bisnis masa depan seperti yang disebutkan oleh beberpa pelaku pasar dan pengamat dunia investasi dan keuangan menyebutnya sebagai trend bisnis investasi masa depan.
6. keunggulan lain bisnis ini adalah bisnis ini tidak terpengaruh oleh keadaan krisis ekonomi global yang sedang berlangsung. Dalam hal ini dengan kata lain kita dapat memperoleh peluang setiap saat.
7. Bring your future with us
Labels: Analisa
10 Januari 2009
Golongan Kesenjangan (Gaps)
Bisa juga terjadi peningkatan volume pada suatu arah gerak harga, maka yang ditemukan dengan demikian adalah suatu kesenjangan lari (runaway gap). Kesenjangan demiikian bisa menghasilkan suatu sasaran harga (price objective) yang jaraknya diukur mulai dari titik kesenjangan dan panjangnya adalah sama dengan lembah atau puncak sebelumnya ke titik tersebut.
Ada juga yang disebut sebagai kesenjangan pulau gerak balik (island reversal gap) yang dibatasi oleh suatu kesenjangan usai (exhaustion gap) dan kesenjangan tembus (breakaway gap).
Labels: Analisa
Ada Apa dengan " Stop Order "
Stop order akan mem”protect” keuntugan jika kita benar dan membatasi kerugian kerugian jika kita salah. Jika kita akan menggeser Stop Order, maka geserlah ke arah tren yang ada dan jangan sekali-sekali melawannya. Tempatkan GTC Stop Order ( Good Till Cancelled) setiap kali kita memasuki posisi. Ini akan membantu anda untuk bisa tidur nyenyak untuk menghadapi session berikutnya.
Di mana kita menempatkan Stop Order ?
Untuk posisi long ( BUY )
1. Di bawah low terakhir
2. Di bawah support
3. Di bawah trading range
4. Di bawah garis trend
5. Di bawah low dari bulan lalu
6. Pada jarak 1.75 sampai 2.0 kali batas gerak pada saat buka posisi
Untuk posisi short ( SELL )
1. Di atas high terakhir
2. Di atas resistance
3. Di atas trading range
4. Di atas trend
5. Di atas low high dari bulan lalu
6. Pada Jarak 1.75 samapai 2.0 kali batas gerak pada saat buka posisi
Labels: Analisa
06 Januari 2009
Faktor Ekonomi yang mempengaruhi market ( 2 )
21. Industrial Production & Capacity Utilization
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
22. Initial / Jobless Claims
Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.
Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai C+.
23. Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.
24. Michigan Sentiment Report
Adalah survey kepercayaan konsumen yang diadakan oleh The University of Michigan. Hasil survey ini dapat memberikan gambaran mengenai suka atau tidaknya para konsumen membelanjakan uangnya.
25. Net Capital Flows
Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.
26. New York Empire State Index
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di Negara bagian New York oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.
27. Non-farm Payrolls
Jumlah tenaga kerja dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.
28. Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.
29. Personal Consumption/Spending
Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.
30. Personal Income
Adalah data yang dihtung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.
31. Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey)
Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B.
32. Producer Price Index / PPI
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.
33. PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.
34. Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
35. Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.
Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.
36. RICS Housing Market Survey
Adalah laporan bulanan tentang bursa perumahan di Inggris dan Wales. Datanya didapat dari kontribusi para surveyor 10 kawasan seluruh negeri, dan meliputi analisa aktivitas, perubahan harga dan tingkat transaksi.
RICS sendiri adalah kependekan dari The Royal Institution of Chartered Surveyors. Merupakan suatu lembaga riset independen terbesar di bidang properti dan konstruksi di Inggris.
37. Tertiary Index
Adalah data yang menghitung tingkat permintaan jasa.
38. Trade Balance
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
39. Trade Balance / Current Account
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Sedangkan Current Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade Balance atau Current Account dapat dipandang dari dua sisi: sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.
40. Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan berhubungan dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
41. University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yangmewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B-.
42. ZEW Current Situation dan Economic Sentiment
Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.
Labels: Analisa
Faktor Ekonomi yang mempengaruhi market ( 1 )
1. All Industries Index
Business Confidence
Indeks kepercayaan bisnis yang dirilis per bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik saat ini dan bagaimana mereka memperkirakan prospek perekonomian dalam jangka 6 bulan ke depan.
2. Capital Inflows
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari investor luar negeri.
3. Challenger Layoffs
Adalah laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian.
4. Chicago PMI (Purchasing Managers’ Index)
Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
5. Coincident Indicator
Adalah salah satu data penting yang menunjukkan kondisi perokonomian terkini, karena berhubungan erat dengan siklus bisnis.
6. Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.
7. Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B+.
8. C S P I
Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.
9. Current Account
Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.
10. Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).
11. Factory Orders
Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.
12. Federal Open Market Committee (FOMC)
Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Alan Greenspan ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.
13. FOMC Minutes
Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.
14. Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
15. Help-wanted Index.
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 51 koran yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.
16. H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).
17. Housing Starts/ Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi. Dalam skala A-F, pentingnya data ini mendapat nilai B-.
18. Housing Starts
Indikator ekonomi ini menghitung jumlah rumah baru yang dibangun dalam per bulannya. Sebagian besar data surveinya didapat dari aplikasi dan ijin yang diajukan untuk membangun rumah.
19. Indikator yang satu ini biasanya bukan merupakan salah satu penggerak utama market. Namun, karena dapat mendeteksi tren perekonomian, data Housing Starts dianggap sebagai salah satu indikator penting. Penurunan pada Housing Starts menunjukkan melambatnya perekonomian.
20. IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.
Labels: Analisa
01 Januari 2009
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Bertransaksi...
Labels: Analisa
23 Desember 2008
KELEMAHAN ANALISA FUNDAMENTAL & TEKNIKAL
1.Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
2.Seringkali bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
3.Lebih cocok diterapkan pada long term period trading
4.Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien
Kelemahan pada Analisa Teknikal
1.Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
2.Sangat bergantung pada kemampuan chartist. Tiap chartist memiliki metode yang berlainan dan masing-masing belum tentu cocok diterapkan satu sama lain
Labels: Analisa