Hal ini akan kelihatan support bearish dalam waktu dekat. tapi untuk jangka waktu menengah tetap tidak jelas atau masih sulit untuk diprediksi. bias bearish yang terdekat akan menguji ke level 1.6420. jika break akan memicu momentum bullish.
03 Juli 2009
GBP/USD 03 Juli 2009
Hal ini akan kelihatan support bearish dalam waktu dekat. tapi untuk jangka waktu menengah tetap tidak jelas atau masih sulit untuk diprediksi. bias bearish yang terdekat akan menguji ke level 1.6420. jika break akan memicu momentum bullish.
EUR/USD 03 Juli 2009
Kegagalan untuk bertahan di area 1.4176 dan trendline support yang telah di lewati , memicu akan pelemahan mata uang ini. Kelihatannya bias untuk bearish dalam waktu dekat ini akan menguji ke 1.3850, akan tetapi trend jangka menengah pun kami belum bisa memprediksi pergerakannya. Hal ini disebabkan oleh gerakan eur/usd ini yang masih berada di area 1.4176 - 1.3750. resisten kemungkinan di area 1.4050.
01 Juli 2009
EUR /USD 01 Juli 2009
dari sudut pandang jangka menengah, kita tetap belum mempunya moment yang significant dan tetap terjebak di area 1.4176 - 1.3750. Pada gerakan turun, trendline support yang harus di perhatikan adalah support terdekat yang terlihat di 1.3950, jika break akan memacu mata uang ini lebih turun lagi.
GBP/USD 01 Juli 2009
Di time frame H4 kita dapat melihat kasus break out yang menipu, dari level resisten 1.6660 dan sekarang sepertinya harga siap untuk test ke trend line support. bias dari bearish dalam waktu dekat akan mencoba ke level 1.6530 support area tapi untuk medium term nya kemungkinan akan netral.Kita bisa waspada di level 1.6540, apakah akan melakukan perlawanan atau tidak..
30 Juni 2009
EUR/USD disarankan wait n see
Secara tekhnical Resisten berada pada level :
1 1.4160
2. 1.4275
3. 1.4400
dan Support berada pada level :
1. 1.3890
2. 1.3765
3. 1.3645
Buy di 1.4101 dengan Stop lost di 1.4071 dan Take Profit pada 1.4141
GBP/USD mengalami bullish
Secara teknikal resisten berada pada level
1. 1.6750
2. 1.6880
3. 1.7000
dan support berada pada level
1. 1.6475
2. 1.6360
3. 1.6235
Untuk hari ini trading di area 1.6665 hingga 1.6740. Trend cenderung naik
Buy di 1.6677 Stop Loss 1.6647 Take Profit 1.6727
26 Juni 2009
GBP/USD 26 juni 2009
1 : 1.6389
2 : 1.6408
3 : 1.6427
4 : 1.6446
5 : 1.6465
Supports
1 : 1.6351
2 : 1.6332
3 : 1.6313
4 : 1.6294
5 : 1.6275
EUR /USD 26 Juni 2009
1 : 1.4010
2 : 1.4034
3 : 1.4058
4 : 1.4082
5 : 1.4106
Supports
1 : 1.3962
2 : 1.3938
3 : 1.3914
4 : 1.3890
5 : 1.3866
Labels: Analisa
25 Juni 2009
Eur / Usd telah mencapai 1.40xx
24 Juni 2009
GBP/USD Mencoba untuk Naik Lagi
Labels: Analisa
23 Juni 2009
GBP / USD 23 Juni 09
1 : 1.6364
2 : 1.6383
3 : 1.6402
4 : 1.6421
5 : 1.6440
Support
1 : 1.6326
2 : 1.6307
3 : 1.6288
4 : 1.6269
5 : 1.6250
@ disclaimer...
Labels: Analisa
Eur / Usd 23 Jun 09
1 : 1.3892
2 : 1.3916
3 : 1.3940
4 : 1.3964
5 : 1.3988
Support
1 : 1.3844
2 : 1.3820
3 : 1.3796
4 : 1.3772
5 : 1.3748
Trading range: 1.3890 - 1.3815
Trend: Downward
Sell at 1.3868 Stop Loss :1.3898 Take Profit: 1.3828
@ disclaimer...
Labels: Analisa
19 Juni 2009
Konsep Transaksi Trading In Minor and mayor Trend
18 Juni 2009
Forex Dalam Hukum Islam
Perbandingan nilai mata uang antar negara terkumpul dalam suatu BURSA atau PASAR yang bersifat internasional dan terikat dalam suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan. Nilai mata uang suatu negara dengan negara lainnya ini berubah (berfluktuasi) setiap saat sesuai volume permintaan dan penawarannya. Adanya permintaan dan penawaran inilah yang menimbulkan transaksi mata uang. Yang secara nyata hanyalah tukar-menukar mata uang yang berbeda nilai.
Dalam bukunya Prof. Drs. Masjfuk Zuhdi yang berjudul MASAIL FIQHIYAH; Kapita Selecta Hukum Islam, diperoleh bahwa Forex (Perdagangan Valas) diperbolehkan dalam hukum Islam.
HUKUM ISLAM dalam TRANSAKSI VALAS
1. Ada Ijab-Qobul: ---> Ada perjanjian untuk memberi dan menerima
• Penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar tunai.
• Ijab-Qobulnya dilakukan dengan lisan, tulisan dan utusan.
• Pembeli dan penjual mempunyai wewenang penuh m elaksanakan dan melakukan tindakantindakan hukum (dewasa dan berpikiran sehat)
2. Memenuhi syarat menjadi objek transaksi jual-beli yaitu:
• Suci barangnya (bukan najis)
• Dapat dimanfaatkan
• Dapat diserahterimakan
• Jelas barang dan harganya
• Dijual (dibeli) oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya
• Barang sudah berada ditangannya jika barangnya diperoleh dengan imbalan
Perlu ditambahkan pendapat Muhammad Isa, bahwa jual beli saham itu diperbolehkan dalam agama."Jangan kamu membeli ikan dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung penipuan". (Hadis Ahmad bin Hambal dan Al Baihaqi dari Ibnu Mas'ud)
Jual beli barang yang tidak di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus diterangkan sifat-sifatnya atau ciri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya. Tetapi jika tidak sesuai maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan atau membatalkan jual belinya.
Hal ini sesuai dengan hadis Nabi riwayat Al Daraquthni dari Abu Hurairah: ”Barang siapa yang membeli sesuatu yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya".
Jual beli hasil tanam yang masih terpendam, seperti ketela, kentang, bawang dan sebagainya juga diperbolehkan, asal diberi contohnya, karena akan mengalami kesulitan atau kerugian jika harus mengeluarkan semua hasil tanaman yang terpendam untuk dijual.
Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam: Kesulitan itu menarik kemudahan.
Demikian juga jual beli barang-barang yang telah terbungkus/tertutup, seperti makanan kalengan, LPG, dan sebagainya, asalkam diberi label yang menerangkan isinya.
Vide Sabiq, op. cit. hal. 135. Mengenai teks kaidah hukum Islam tersebut di atas, vide Al Suyuthi, Al Ashbah wa al Nadzair, Mesir, Mustafa Muhammad, 1936 hal. 55.
JUAL BELI VALUTA ASING DAN SAHAM
Yang dimaksud dengan valuta asing adalah mata uang luar negeri seperi dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia dan sebagainya. Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional maka tiap negara membutuhkan valuta asing untuk alat bayar luar negeri yang dalam dunia perdagangan disebut devisa. Misalnya eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor dari luar negeri.Dengan demikian akan timbul penawaran dan permintaan di bursa valuta asing. setiap negara berwenang penuh menetapkan kurs uangnya masing-masing (kurs adalah perbandingan nilai uangnya terhadap mata uang asing) misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 12.000. Namun kurs uang atau perbandingan nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa Valuta Asing (A. W. J. Tupanno, et. al. Ekonomi dan Koperasi, Jakarta, Depdikbud 1982, hal 76-77)
FATWA MUI TENTANG PERDAGANGAN VALAS
Fatwa Dewan Syari'ah Nasional Majelis Ulama Indonesia no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).
MENIMBANG :
1. Bahwa dalam sejumlah kegiatan untuk memenuhi berbagai keperluan, seringkali diperlukan transaksi jual-beli mata uang (al-sharf), baik antar mata uang sejenis maupun antar mata uang berlainan jenis.
2. Bahwa dalam 'urf tijari (tradisi perdagangan) transaksi jual beli mata uang dikenal beberapa bentuk transaksi yang status hukumnya dalam pandang ajaran Islam berbeda antara satu bentuk dengan bentuk lain.
3. Bahwa agar kegiatan transaksi tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang al-Sharf untuk dijadikan pedoman
MENGINGAT :
• "Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: "...Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..."
• "Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa'id al-Khudri : Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)' (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
• "Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari 'Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: "(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum , sya'ir dengan sya'ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai."
• "Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: "(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai."
• "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.
• "Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara' bin 'Azib dan Zaid bin A rqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).
• "Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf : Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram."
MEMPERHATIKAN :
1. Surat dari pimpinah Unit Usaha Syariah Bank BNI no. UUS/2/878
2. Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada Hari Kamis, tanggal 14 Muharram 1423H/ 28 Maret 2002.
MEMUTUSKAN
Dewan Syari'ah Nasional Menetapkan : FATWA TENTANG JUAL BELI MATA UANG (AL-SHARF).
Pertama : Ketentuan Umum
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
2. Ada kebutuhan transaks atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.
Kedua : Jenis-jenis transaksi Valuta Asing
1. Transaksi SPOT, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.
2. Transaksi FORWARD, yaitu transaksi pem belian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2x24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).
3. Transaksi SWAP yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
4. Transaksi OPTION yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unusru maisir (spekulasi).
Ketiga : Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 14 Muharram 1423 H / 28 Maret 2002 M
DEWAN SYARI'AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA
Labels: Hukum
05 Maret 2009
CARA CERDAS MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL
Melihat keadaan ekonomi akhir-akhir ini sangatlah sulit bagi kita untuk menyusun rencana atau menjalankan usaha dengan tingginya biaya overhead ( biaya operasianal ). Banyak sektor usaha yang mengalami kesulitan dalam situasi seperti ini, maka dari itu kita harus memikirkan cara alternative untuk keluar dari gejolak krisis ekonomi ini.
Dalam hal ini kita mencoba untuk memilah-milah sektor usaha alternative untuk membackup usaha yang sudah kita miliki. Adapun beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam memilih bisnis alternative:
1. Usaha yang tidak memerlukan biaya setup yang terlalu besar sehingga modal awal yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. Sehingga investasi untuk tempat, peralatan dan barang-barang keperluan usaha tidak membengkak. Sebagai mana kita ketahui bahwa investasi tempat dan peralatan adalah pengeluaran terbersar sebelum kita memulai usaha.
2. Usaha yang akan kita bangun harus mempunyai program kerja minimal untuk 2 (dua) tahun kedapan, dari perencanaan itu kita bisa mendapatkan anggaran biaya operasional yang diperlukan untuk membangun usaha ini. Dengan melihat kondisi ekonomi sekarang ini apakah usaha yang kita bangun dapat menutupi biaya operasianal yang kita butuhkan.
3. Kita harus melihat potensi keuntungan yang akan kita peroleh, penetapan ROI ( Return Of Investment ), jangka waktu kita mencapai ROI. Dengan begitu kita bisa melihat bahwa usaha yang kita lakukan dapat bertahan dalam kondisi krisis ekonomi global saat ini.
4. Melihat segmentasi pasar usaha, dengan menentukan segmentasi pasar kita sudah mendapatkan gambaran pasar kita, kita dapat memperkirakan situasi dan gejolak pasar dengan kondisi ekonomi saat ini. Jadi kita bisa mengukur hasil penjulan dan likuiditas keuangan dari pasar target kita.
5. Setelah melihat berbagai persyaratan diatas kita dapat menentukan besaran toleransi maksimal yang bisa kita terima saat kita gagal dalam melakukan program bisnis kita, hal ini kita lakukan untuk membatasi diri dari kerugian yang tidak dapat diprediksi.
Setelah melihat gambaran diatas kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis alternative yang kita pilih haruslah sesuai dengan gambaran keadaan keuangan yang kita miliki di sesuaikan dengan kondisi krisis ekonomi global ini, maka dari itu kami mencoba untuk mengajak kerjasama bisnis alternative dengan melihat gambaran batasan – batasan yang harus kita perhatikan, bisnis di perdagangan berjangka ( futures ) merupakan salah satu alternative yang dapat kita ambil dengan melihat beberapa pertimbangan.
Bisnis perdagangan berjangka ( Futures ) memiliki beberapa plus poin yang dapat dijadikan pertimbangan sebalum kita memilih alternative bisnis di tengah keadaan krisis global ini, beberapa poin yang dapat kita ambil adalah :
1. Untuk memulai alternative ini kita tidak memerlukan setup awal yang besar , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) kita tidak memerlukan tempat sehingga sebagian modal dapat kita hemat dan kita tidak perlu untuk membuat depresiasi terhadap tempat.
2. Investasi untuk peralatan usaha dapat kita kurangi , karena dalam bisnis futures ( berjangka ) dapat dilakukan secara online sehingga peralatan yang kita butuhkan hanya 1 unit laptop beserta koneksi internet saja, perhitungan ini lebih hemat daripada kita berinvestasi untuk membeli alat produksi, yang kita juga belum jelas mengenai pemaksimalan penggunaannya.
3. kita dapat membatasi kerugian yang akan timbul jika kita gagal menjalankan bisnis ini, karena kita tidak memerlukan biaya setup usaha yang besar . dalam hal ini kita menentukan misalnya 30% dari besarnya modal.
4. Dana overhead ( dana operasional usaha ) hampir tidak ada karena, bisnis ini kita lakukan secara online. Sehingga pengeluaran untuk gaji karyawan, iklan promo dan keperluan kantor sangat kecil dan tidak menjadi beban yang besar dalam proses kita menjalankan bisnis ini.
5. Segmentasi pasar yang bagus, karena bisnis ini adalah bisnis masa depan seperti yang disebutkan oleh beberpa pelaku pasar dan pengamat dunia investasi dan keuangan menyebutnya sebagai trend bisnis investasi masa depan.
6. keunggulan lain bisnis ini adalah bisnis ini tidak terpengaruh oleh keadaan krisis ekonomi global yang sedang berlangsung. Dalam hal ini dengan kata lain kita dapat memperoleh peluang setiap saat.
7. Bring your future with us
Labels: Analisa
19 Januari 2009
Buku Strategi Forex
* 1-2-3 System - A simple pola perdagangan sistem oleh Mark Crisp.
* Bollinger Bandit Trading Strategy - Sebuah sistem perdagangan berdasarkan indikator Bollinger band yang tidak diketahui oleh penulis.
* Value Area - dari The Likos Letter.
* The Dynamic Breakout II Strategy - by unknown author.
* Ghost Trader Trading Strategy - by unknown author.
* King Keltner Trading Strategy - by unknown author.
* Scalp Trading Methods - oleh Kevin Ho.
* LSS - An Introduction to the 3-Day Cycle Metode - oleh George Angell.
* Market Turns And Continuation Moves With The Tick Index — by Tim Ord.
* The Money Manager Trading Strategy - by unknown author.
* Picking Tops And Bottoms With The Tick Index — by Tim Ord.
* The Super Combo Day Trading Strategy — by unknown author.
* THe Eleven Elliott Wave Patterns - tidak dikenal oleh penulis.
* The thermostat Trading Strategy - by unknown author.
* Intraday trading with the TICK — by Christopher Terry.
* Traders Trick Entry — by Traders Educators of Traders University.
* Fibonacci Trader Jurnal - jurnal yang meliputi berbagai teknik perdagangan berdasarkan Fibonacci indikator, oleh Robert Krausz. 12 masalah.
* Rapid Forex - satu set agresif Forex trading strategi (Rapid Forex) oleh Robert Borowski and Stephen A. Pierce.
* Microtrading the 1 Minute Chart - kecil e-book tentang Forex pemula bertujuan untuk mengajarkan mereka dasar-dasar M1 scalping.
* BunnyGirl Forex Trading Strategy Rules and FAQ - set aturan untuk perdagangan BunnyGirl strategi berdasarkan WMA persimpangan.
* Daily Fozzy Metode - oleh Michael Dunbar.
* Forex Trader's Cheat Sheet - real Forex cheat sheet untuk posisi entry kali oleh kondisi Quantum Penelitian Management Group.
* Offset Trading - dasar Forex berita perdagangan berbagai sistem breakout oleh Dana Martin.
* How to Trade Both Trend and Range Markets by Single Strategy? - Oleh S. A. Ghafari.
* A Practical Guide to Technical Indicators; Moving Averages — by S.A. Ghafari.
* FX Wizard - penting perdagangan Forex aturan oleh Rob Walton.
* FX Destroyer - keterangan yang cukup sederhana Forex trading strategi, invloving bergerak rata-rata, dan Parabolic SAR ADX indikator, Izu oleh Franks.
* A Practical Guide to swing trading - cara yang mudah dan praktis untuk memandu perubahan strategi perdagangan, oleh Larry swing.
* Practical Fibonacci Methods for Forex Trading - Panduan praktis untuk tingkat Fibonacci dengan contoh nyata dari perdagangan Forex strategi berdasarkan tingkat oleh Ken Rob Marshall dan Moubray.
* Using The Heikin-Ashi Technique - singkat tetapi rinci petunjuk untuk perdagangan Heikin menggunakan teknik-Ashi charting, oleh Dan Valcu.
* The Day Trade Forex System - indikator berbasis strategi dengan keterangan rinci, grafik dan contoh-contoh kecil iklan, Bortucene dan Erol oleh Cynthia Macy.
* http://www.earnforex.com/forex_e-books/trading_strategy/
Labels: Basic
Stochastic Oscillator
Jika kita lihat dari range Stochastic Oscillator yaitu 0-100, dapat dikatakan bahwa sebenarnya indikator ini tidaklah berbeda dengan RSI. Hanya saja dalam Stochastic perhitungan meliputi harga terendah, tertinggi dan closing price pada waktu yangditentukan. Sedangkan untuk %D adalah SMA dari %K itu sendiri. Secara default biasanya nilai %K adalah 14 dan %D adalah 3. Pemilihan periode %D hanya sebesar 3 periode disengaja untuk meningkatkan sensitifitas dari %D itu sendiri. Pertanyaannya apakah bisa selain nilai tersebut. Tentu saja bisa seperti indikator lainnya. Namun ada beberapa jenis Stochastic Oscillator dimana kita tidak dapat mengganti besar %D. Kita akan pelaajri nanti.
Fast, Slow dan Full Stochastic Oscillator
Sama seperti RSI yang juga oscilator indicator, kelebihan sekaligus kekurangan Stochastic adalah sensitifitasnya. Karena senstif maka dapat memberikan sinyal yang lebih dini dalam pemantauan pergerakan harga. Namun dengan demikian membuka celah munculnya berbagai sinyal palsu. Untuk mengurangi banyaknya sinyal palsu karena sensitifitas Stochastic maka diperlukan lebih dari sekedar %D untuk menghaluskannya. Garis %K pun dapat dihaluskan terlebih dahulu sebelum kemudian diolah kembali menjadi %D. Pengolahan ini membuat berbagai varian dari Stochastic Oscillator.
Fast Stochastic adalah nama lain dari Stochastic biasa . Apabila garis %K dimuluskan SMA 3 periode sebelum kemudian diolah kembali dengan SMA 3 peride berikutnya guna memperoleh garis %D maka akan diperoleh Slow Stochastic Oscillator. Sedangkan bila pemulusan menggunakan SMA dengan periode selain 3 untuk %K, Stochastic yang demikian dinamakan Full Stochastic Oscillator. Dewasa ini pemulusan %K dari Stochastic bukan hanya menggunakan SMA tetapi dapat juga menggunakan WMA dan XMA. Jadi, sebenarnya bergantung pada mana yang menurut Anda cocok. Saya hanya akan membahas cara membaca untuk Fast Stochastic Oscillator, untuk varian lainnya sama saja dalam cara membacanya. Yang berbeda adalah sensitifitas dan keakuratannya saja. Dan jangan lupa ada penentuan periode disinii. Jika %K kita ubah periodenya menjadi lebih besar atau lebih kecil dari 14 maka juga kan menghasilkan keakuratan yang berbeda tergantung pair yang Anda transaksikan.
Interpretasi Stochastic Oscillator
Ada beberapa informasi yang dapat kita peroleh dengan Stochastic oscillaotr. Namun secara umum tidak berbeda dengan informasi pada RSI dan SMA. Dan memang Stochastic Oscillator sebenarnya adalah gabungan dari kedua jenis indikator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda. Secara keseluruhan, indikator ini dapat kita gunakan untuk menentukan keadaan overbought/ oversold (yang artinya prediksi trend untuk jangka panjang), perpotongan antara %K dan %D (sebagai short term trend), dan Bullish/Bearish centerline.
Overbought / Oversold
Keadaan overbought/ oversold menurut Stochastic diperoleh bila garis %K telah memasuki batasan 20 dan 80 yakni dibawah 20 untuk oversold dan diatas 80 untuk overbought. Sama dengan RSI bukan? Harap diingat juga bahwa batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau yang lain. Jadi jangan heran bila saya juga menggunakan batasan yang berbeda dalam menentukan kondisi overbought/ oversold dari situasi ini.
Keadaan overbought/ oversold ini akan memicu naik turunnya harga dalam jangka panjang. Apabila sedang terjadi kenaikan harga namun stochastic sudah menuju titik overbought-nya dan mulai meninggalkan area tersebut,itu berarti akan terjadi tekanan pada laju kenaikan harga yang pada akhrinya membuat harga kembali turun sampai keseimbangannya yang baru.
%K and %D Crossing
Nah, kalau batasan overbougth/ oversold itu untuk trend jangka panjang, maka perpotongan %K dan %D ini kita gunakan untuk perubahan trend minor. Maksudnya begini, bila dalam suatu kondisi long Bullish trend, seringkali dalam pergerakannya kita menemukan trend-trend minor. Besarnya minor dan mayor disini sangat relatif, bergantung pada time line yang kita gunakan. Untuk time line jam-jam an misalnya, jangan remehkan minor trend ini karena pergerakannya bisa mencapai 50 point! Itu artinya lebih dari cukup untuk memperoleh keuntungan sampai 50 Dollar hanya dengan 1 lot dan mengandalkan minor trend.
Seperti kita ketahui sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain pencerminan dari perubahan harga. Jadi, sesuai dengan sifat MA dalam menentukan perubahan trend, setiap perpotongan antara %D dengan %K berarti adalah perubahan trend untuk jangka waktu singkat di depan. Kondisi Bullish terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaliknya trend Bearish diperoleh ketika %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah overbought/ oversold. Jika ini terjadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuat sekali sehingga akan terjadi kemungkinan harga menembus batas support dan ressistance-nya.
The Centerline
Sama seperti oscillator lainnya, pada Stochastic Oscillator pun juga terdapat centerline yang dipatok pada nilai 50. Pembacaan centerline ini pun sama persis dengan cara pembacaan pada RSI. Bila %K memotong centerline dari bawah ini menandakan kondisi Bullish Centerline dan sebaliknya bila % K memotong dari bawah kondisi Bearish tercapai. Sederhana bukan? Namun demikian sejujurnya centerline crossover ini jarang digunakan karena seringkali terlambat memberikan rekomendasi buy/sell. Para analis lebih sering menggunakan perpotongan antara %D dengan %K.
Nah, sampai disini bahasan mengenai Stochastic Oscillator. Sebelum kita berpindah kepada indikator lainnya, perlu saya ingatkan kembali mengenai perihal karakter indikator oscillator seperti Stochastic ini. Hal yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan indikator yang bergerak dalam kisaran tertentu seperti ini adalah sensitivitasnya. Begitu juga pada Stochastic yang dapat bersifat sangat sensitif bila kita menggunakan periode yang tidak tepat. Penggunaan periode yang tidak tepat dapat membawa kita pada pengambilan keputusan yang salah yang pada akhirnya membawa kita pada kerugian besar.Untuk itu sangat disarankan Anda mencari periode yang terbaik pada indikator ini untuk setiap pairs. Besarnya bisa berbeda-beda. Semakin panjang periode yang dipakai maka grafik indikator akan semakin halus yang artinya ke-sensitifitas-annya akan berkurang. Disarankan juga untuk menggunakan Full Stochastic dalam penggunaan karena memang lebih halus dan dapat mengurangi grafik indikator yang terlalu keriting.
Labels: Indikator
Tips meningkatkan pengetahuan tentang Forex
Tips forex yang harus dikuasai oleh trader atau investor untuk meningkatkan kemampuannya antara lain yaitu:
1. Mempelajari Konsep Dasar forex. Anda harus memahami bagaimana pasar forex terbentuk dan bagaimana cara kerjanya.
2. Mendalami Teknikal Analisis. Anda diharapkan menguasai teknik-teknik untuk mengidentifikasi pasar. Yaitu sedang trending ataukah ranging. Anda juga diharapkan bisa menentukan support dan resistance.
3. Mempelajari Candlestick Chart. hal ini wajib dikuasai karena grafik candlestick adalah grafik yang paling populer saat ini. Sangat mustahil trader bisa berhasil tanpa menguasai seluk beluk candle ini. Anda bisa mempelajari pola-pola candlestick seperti bullish engulfing, morning star dll.
4. Mengerti akan Chart Patterns. Anda sebaiknya lebih dahulu menguasai dasar-dasar candlestick sebelum mempelajari Chart Patterns.Karena Chart Patterns secara detail terdiri dari pola-pola sekumpulan candlestick. pola-pola Chart Patterns anatara lain seperti Triangle, Wedges, Rectangle, Triple Top, Head and Soulder, dll
5. Mempelajari tehnik Fibonacci
6. Tips terakhir adalah mendalami Technical Indicator. Indikator-indikatornya antara lain adalah Bollinger band, MACD, RSI, serta Moving Average.
Hal yang harus diperhatikan untuk Moving Average antara lain:
* Berapa period yang benar, untuk time frame berbeda tentu saja setting periodnya berbeda
* MA Method menggunakan simple, exponential, ataukah linier weighted, atau smoothed?
* Dasar penerapan harganya mengunakan harga close, open, high, low, median price, ataukah typical price, ataukah yang lainnya.
Namun perlu di ketahui seampuh apapun suatu indikator teknis tetap saja ada keterbatasan atau kelemehan. Sebagai contoh sebaiknya tidak menggunakan indikator moving average ketika market sedang ranging. Kenapa? Karena lebih banyak memberikan signal palsu.
Semoga informasi diatas dapat menambah ilmu kita di dunia FOREX
Labels: Basic
14 Januari 2009
BOLLINGER BANDS
Seperti telah di terangkan diatas, Bollinger Bands sendiri bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga. Apabila terjadi ketidak seimbangan antara demand dan supply, maka Bollinger Bands akan lebih melebar dibandingkan kondisi seimbang. Jika terjadi keseimbangan yang artinya pasar akan bergerak dalam kondisi sideways maka Bollinger Bands akan lebih menyempit dari biasanya karena memang laju harga tidak secepat ketika uptrend atau down trend.
Sebagai volatility indicator, sebenarnya Bollinger Bands tidak dapat berdiri sendiri. Indikator ini biasanya digunakan hanya sebagai indikator awal untuk mengukur harga relatif dan volatility (volatile = mudah berubah – volatility = tingkat kecepatan dalam berubah). Bollinger Bands bukanlah indikator action, jadi disarankan jika menggunakan indikator satu ini, gunakan juga indikator lain sebelum mengambil keputusan untuk buy atau sell.
Karakter Bollinger Bands
Setiap indikator tentulah punya karakter masing-masing. Begitu juga dengan indikator satu ini. Satu hal yang unik yang dimilikinya adalah Bollinger Bands memampukan tiap-tiap orang menginterpretasikan indikator ini dengan caranya masing-masing. Bahkan John Bollinger sendiri, pencipta indikator ini mengatakan bahwa hal yang paling menarik dalam analisa menggunakan Bollinger Bands adalah memperhatikan bagaimana setiap orang menggunakannya. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda dalam memakai Bollinger Bands. Berikut adalah karakter umum yang berlaku pada Bollinger Bands
• Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action.Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action, namun jangan memakai indikator action lebih dari satu. Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum. Terserah Anda.
• Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
• Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.
• Bila harga berada diluar upper band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona overbought, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea overbought dan sedang meninggalkan area overbought, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan.
• Bila harga berada diluar lower band atau sama, sementara RSI masih berada dibawah zona oversold, maka ini berarti akan ada kelanjutan trend yang sedang terjadi. Sebaliknya bila RSI sudah berada diarea oversold dan sedang meninggalkan area oversold, maka ini berarti akan ada pembalikan trend dalam beberapa candle kedepan
sebenarnya pemaduan Bollinger Bands dengan indikator lainnya dapat kita lakukan bila kita memahami penggunaan indikator lain tersebut dengan benar. Penggunaan indikator yang tepat akan menghasilkan keputusan yang saling menguatkan dan menunjang sehingga diperoleh berbagai keuntungan. Semakin kita memahami penggunaan indikator action maka semakin besar kesempatan kita memanfaatkan Bollinger Bands sebagai volatilitiy indicator.
Pemakaian Bollinger Bands
Walaupun Bollinger tidak dapat digunakan sendiri, namun ada beberapa indikasi open Buy/Sell yang masih kita bisa peroleh melalui Bollinger Bands terutama melalui middle band. Ingat, pada dasarnya middle band adalah indikator Simple Moving Average. Ini berarti apa yang berlaku pada SMA juga berlaku pada middle band:
• Middle band berada di bawah harga, maka ini mengindikasikan Bullish trend.
• Middle band berada di atas harag, indikasi Bearish trend.
• Perpotongan antara middle band dan harga, indikasi peralihan trend
Double bottom buy
Ini akan terjadi ketika harga menembus lower band dua kali berturut-turut. Adanya double bottom merupakan indikasi akan terjadi peningkatan harga. Namun untuk memastikannya, diperlukan konfirmasi harga menembus middle band. Jika telah menembus middle band, maka bisa diperkirakan akan terjadi uptrend dimana kita harus membuka posisi buy
Kebalikan dari double bottom buy adalah double top sell yaitu keadaan dimana harga menembus upper band dan divalidasi dengan penembusan middle band juga. Ini berarti akan terjadi penurunan harga dimana kita harus membuka posisi sell terlebih dahulu guna memperoleh keuntungan.
Labels: Indikator
Relative Strength Index
Aplikasi RSI
RSI dapat kita gunakan untuk mengetahui hal-hal berikut ini:
· Kondisi overbought / oversold
· Divergence positif / negatif
· Momentum pergerakan harga
Overbought / Oversold menurut RSI
Cara pengidentifikasian kondisi overbought / oversold dengan RSI sangatlah sederhana. Sederhana namun belum tentu mudah. Aturan umum yang berlaku adalah kondisi overbought diperoleh bila RSI memotong garis 70 dan oversold bila RSI memotong garis 30. Lalu apakah selalu 30-70 ? Tidak. Beberapa buku merekomendasikan 20-80 dan berbeda-beda untuk tiap pair yang kita tradingkan. Bisa saja untuk mata uang tertentu dalam kondisi tertentu batasan overbought / oversold berada pada 40-60, jadi bergantung mana yang sesuai. Lagi-lagi perlu dilakukan trial and error. Namun demikian sebagai sedikit panduan, RSI akan semakin akurat digunakan pada kondisi pasar yang efisien dan stabil. Sampai saat ini, pasar forex merupakan pasar yang paling stabil dan efisien dalam pergerakannya (harga lebih ditentukan oleh market dan sangat likuid). Jadi, sedikit banyak batasan 30-70 masih berlaku disini walaupun tidak mutlak.
Divergence Positif / Negatif menurut RSI
Sama seperti MACD, RSI juga dapat digunakan untuk menentukan divergence positif maupun negatif (bagi saudara yang lupa apa itu artinya divergence dapat kembali membaca mengenai indikator MACD). Cara membaca divergence pada RSI pun tidak bebeda dengan cara membaca divergence pada MACD.
Jika indikator RSI bergerak naik sementara harga sedang menurun, hampir dapat dipastikan bahwa harga akan bergerak mengikuti pergerakan indikator RSI yaitu kembali naik. Demikian juga sebaliknya bila RSI sedang menurun dan harga sedang naik, maka beberapa saat kemudian harga akan bergerak turun mengikuti arah pergerakan RSI
The Centerline Crossover (Momentum)
Seperti juga pada MACD yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan/penurunan harga, RSI juga dapat digunakan untukhal yang sama. Bedanya jika pada MACD crossover terjadi pada garis nol maka pada RSI pada garis 50.
Cara membaca kekuatan momentum suatu harga sama seperti pada MACD yakni bila garis RSI menembus centerline (garis 50) dari bawah maka sedang terjadi trend kenaikan. Besarnya momentum sebanding dengan besar nilai RSI yang terjadi. Demikian juga berlaku sebaliknya.
False Signal pada RSI
Jangan menggunakan RSI sebagai indikator Anda tanpa membaca bagian ini terlebih dahulu!! Mengapa? Jika Anda cukup cermat memerhatikan gambar-gambar yang saya sajikan diatas pasti beberapa di antara Anda bertanya, mengapa ada beberapa keadaan dimana apa yang dikatakan RSI berbeda dengan keadaan yang sebenarnya?
Inilah yang disebut false signal alias sinyal palsu. Jika kita telusuri dari rumus RSI mula-mula dapat kita ketahui bawha pada dasarnya RSI bergerak dengan sangat sensitif. Sebuah indikator yang sensitif memungkinkan kita memiliki banyak “anjuran” untuk Buy/Sell menurut indikator yang bersangkutan. Itu keuntungannya. Namun itu pun menjadi sekaligus bumerang bagi kita karena dengan semakin banyaknya anjuran yang ada maka akan semakin banyak kesempatan untuk terjadi anjuran yang menyesatkan yang membawa kerugian besar.
Oleh banyak chartist, RSI tidak digunakan sendirian sebagai indikator utama karena sifat sensitifnya itu. RSI lebih sering dipakai sebagai penguat anjuran oleh indikator lain.
Lalu adakah cara untuk menghilangkan false signal pada RSI atau setidaknya mengurangi kepalsuan si RSI ini? Ada. Tentu saja ada. Cara yang paling sederhana adalah mencari periode yang terbaik pada RSI yang hendak kita gunakan. Ini kembali pada proses trial and error
Nah, periode mana yang cocok, silakan Anda yang tentukan sesuai selera masing-masing. Saya sendiri jika hendak menggunakan RSI biasanya menggunakan periode 10 atau 14, namun saya kembalikan lagi pada Anda sebagai pembaca.
Cara lainnya lagi adalah mengurangi sifat sensitifitas RSI dengan memangkas bagian-bagian RSI yang terlalu keriting. Caranya dengan memberikan penghalus pada RSI menggunakan SMA
Labels: Indikator